“BIDADARI TAK BERSAYAP”

Gambar
Betapa lembut wajah indah di sinari mentari
Memandangmu di tepi yang sunyi
Sesok dewi..anggun bagaikan bunga bersemi
Cantik dan menawan hati

Engkau memang bukan bidadari
Tapi memandangmu cukup memberiku arti
Bahwa cinta ini tumbuh bersama datangnya angan
Bagaikan bunga kering yng belum tersirami air hujan

Engkau memang tak bersayap
Tapi hatimu telah membuat ku melayang
Kedunia indah yang tak pernah aku terbang

Engkau mungkin bukan bidadari
Tapi hati ku engkau telah mempunyai arti
Dan kini ku tak lagi ingin sendiri
Karna aku telah jatuh
Maukah engkau berada di sisi..?
Menemani hingga akhir nanti.

Yogyakarta : 11/09/2013

“Kepada Siapa Aku Bertanya”,,?

Gambar
Ingin ku mendaki kelangit….
Lalu ku bertanya kepada sang awan

Kemanakah bidadari yang dulu pernah
Menyemangati ketika ku lelah
Menghiburku ketika kusendiri
Dan tempat ku mencurahkan hati pada -Mu

Tapi yang ada hanya langit biru
Yang hanya diam membisu
Seolah tak mau tahu
Bahkan ketika hati ini menyimpan rindu

Atau mungkin ini hanya dahulu
Seolah kenangan ketika mengisi waktu
Seolah engkau hanya berlalu
Bahkan ketika terbayang wajah mu
Hanya tinggal kenangan.

Yogyakarta : 11/09/2013

 

IJIN AKU UNTUK LUPA


Aku tidak tahu
Apakah hatimu itu terbuat dari batu
Hingga mengeras dan tiada belas
Tak sedikit pun cela untuk mengalaGambarh

Bila bahagia itu cinta
Mengapa begitu banyak kata serapah
Cerminan dari amarah
Atas cinta yng konon katanya indah

Mungkin bahagia itu cuman senyum
Wajah yng indah telah menutupi sebuah kesakitan
Dari keluhan-keluhan panjang

Ijin aku untuk lupa
Atas besarnya cinta kepada manusia ( Hawa dan adam)
Tetapi bukan kepada tuhan sang pemberi cinta
Atas dasar ego sebuah hati duka,pilu dan resa
Yang terkadang tak tau diri

Yogyakarta : 11/09/2013

RINDU

 

Ini aku dengan kerinduanku
Yang menggelora di relung jiwa
Andai dunia memandang biasa saja
Aku berbeda dengan penglihatan dunia…
Bagiku ini ujian yang luar biasa berat
Menjalani hari yang setiap detiknya
Dengan rindu yang tertunda
Dengan waktu yang tak tentu batasnya…
Melelahkan sekaligus menyakitkan rasa
Aku telah lupa dan tak mampu menghitung
Berapa hari yang telah kulewati
Dengan rindu yang maha dahsyat ini…

Mungkin bukan waktu yang terlalu lama
Tapi karena rasaku begitu kuat padanya
Hingga saat jauh darinya,kerindu inipun
Terasa begitu menyiksa jiwa dan rasaku…


Yogyakarta : 02/07/2013

MABA PURA

 

 

 

Aku di lahirkan ke negeri para wali
Negeri para kapita,negeri akan kebudayaannya kental dalam filosofnya
“Ngaku se rasai,budi re bahasa,sopan santun,popoje semaga-gale”
Negeri ku di kelilingi oleh bukit2 yang indah,lautan yang tenang,pepohonan
yng menghijau akan melambangkan kedamaian seseorang
Negeri ku yang dulunya gelap,di sepanjang hidupnya
Sekarang ia menjadi terang menderang akan hadirnya ancaman globalisasi.

Negeri ku usiamu sekarang adalah 42 tahun,dan kalau kita ibaratkan
seorang ibu pertiwi itu ia sudah cukup tua,Kini ia akan menangis,
melihat tumpa darah yang ada di Negeri ku,pengorbanan dan pengabdian
begitu banyak ia berjuang dalam medan perang yang cukup panjang
itu tidak lain ia memberika bunga mawar merah kepada negeri alam semesta ini
(Maba pura) untuk mengharumkan keindahan dan jiwa2nya kepada
generasi Ghisbayo dengan intelektual

Negeri ku yang berdara merah,melambangkan arti keberanian
kini aku sadar sudah saatnya kita perang revolusi dengan ilmu dan tindakan
untuk mengusir para kapitalisme2 yang sudah mengambil hasil mu
Sebab Negeri ku akan tuntut pesannya Dan para leluhur akan sedih melihat
perjuangan para anak-anak cucu (Ghisbayo 1971 )
Salam dan Do’a Untuk mu Negeri ku

Yogyakarta : 13/06/2013

 

tarian sufi

Paste a Video URL

Tarian para sufistik

AKU DAN MALAM

 

 

 

Di malam panjang berdiam diri dalam
sunyinya malam yang terbentang luas
diiringi sepinya masa yang telah dilalui
dengan kehadiran kesedihan dan kesunyian
terasa di jiwa tumbuh bayang-bayang keraguan
menyelimuti kalbu yang meragukan akan ketakwaan dan ketulusan diri
suara-suara ribut dalam jiwa telah terdengar di dasar kalbu
berbisik lirih meminta ampunan-Nya
berlinangkan sebuah air mata mendengarkan bisikan
yang berusaha meraih cinta dan kasih sayang-Nya
karena penderitaan dengan kehampaan
akibat kebisingan duniawi yang penuh dengan pesona keindahaannya
dengan penuh tawa dan tangis
yang menghiasi sepi dalam kesunyian
membuat sebuah penyakit batin yang ringan
untuk mencintai kesunyian.
dengan rasa gelisah di landa kekhawatiran
di atas lembaran kosong dalam catatan kehidupan
yang akan merasakan fana memisahkan jiwa
berbisik di kalbu akan dunia ini tak lebih untuk sebuah persinggahan..

Yogyakarta : 13/06/2013

The Meat & Potatoes of Life

By Lisa Smith Molinari

My Passion

What I See, Eat & Read

OhDearRia

she's mad but she's magic

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Creative Learner

Learning, Teaching and Story Telling

Authentic Marketing

Marketing Strategy, Content Marketing

Panji Arohman's Weblog

KEEP PRAY FOR MY BRO...

That Devil History

Historian Jarret Ruminski explains how history, politics, public policy, and culture collide to blow your mind.

Tropics of Meta

historiography for the masses

rachelmankowitz

The Cricket Pages

judgmental observer

film, tv, popular culture, higher ed, unicorns

generaliregi

Romance of Five Clouds and Magical Poetry

BLOG ORA MUTU

Iseng , humor dan sekitar musik,Lirik,Kord gitar ,Chord Guitar,Lirik dan Chord

Desty Cholidy Rozi

duniaku,ceritaku...

Travel Photo Media

All about travel art food photography